
Keterangan Gambar : Pada pelaksanaan Munas III FSPTSI-KSPSI di Hotel Danautoba Medan, Sumatera, 17-18 Juni 2026 dihadiri Forkopimda, seperti Disnaker Propinsi, Kota Medan, Kepolisian, Kodim, Kanwil BPJS Ketenagakerjaan Sumut. Anggota DPR RI, Serikat Pekerja, PUK, PC dan PD FSPTSI dari berbagai Propinsi seperti Riau, Aceh, DKI, dll
UgdNews.com, Medan - Munas (Musyawarah Nasional) III FSPTSI ( Federasi Serikat Pekerja Transpoet Seluruh Indonesia (FSPTSI)-KSPSI (Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia) secara aklamasi memilih KRH.HM.Jusuc Rizal,SH memimpin FSPTSI-KSPSI, periode 2026-2031. Wakil Menteri Tenagakerja, Afriansyah Noor membuka Munas III FSPTSI-KSPSI
Pada pelaksanaan Munas III FSPTSI-KSPSI di Hotel Danautoba Medan, Sumatera, 17-18 Juni 2026 dihadiri Forkopimda, seperti Disnaker Propinsi, Kota Medan, Kepolisian, Kodim, Kanwil BPJS Ketenagakerjaan Sumut. Anggota DPR RI, Serikat Pekerja, PUK, PC dan PD FSPTSI dari berbagai Propinsi seperti Riau, Aceh, DKI, dll
Munas III FSPTSI-KSPSI pada kesempatan yang sama meluncurkan Program Pramudi (Pengemudi) Kamtibnas Mitra Polri (PRAKA POLRI) dalam rangka ikut membantu Kepolisian dalam Kamtibmas (Ketertiban Masyarakat) di jalan raya, misalnya peristiwa kriminal di jalan raya, seperti jambret dan copet.
Sebagaimana dilansir media, FSPTSI-KSPSI Pimpinan HM.Jusuf Rizal telah mewadahi 4.000 lebih pramudi (Pengemudi) angkutan mikro trans jak linko KWK (Koperasi Wahana Kalpika) se-Jakarta. FSPTSI-KSPSI juga menyiapkan berbagai program bagi Pramudi dan Keluarganya, baik untuk peningkatan kompetensi maupun kegiatan usaha guna menopang ekonomi keluarga.
"Seiring dengan Revolusi Industri, FSPTSI-KSPSI terus meningjatkan kompetensi anggota serta melebarkan jangkauan PUK (Pengurus Unit Kerja) berdasarkan komunitas pekerja. Saat ini selain TKBM (Tenaga Kerja Bangkar Muat), Transpoetasi (Driver dan Ojek) maupun sektor pekerja sektor informal, seperti adanya PUK Madas Nusantara)," tegas Jusuf Rizal, pria berdarah Madura-Batak Ketua Aliansi Serikat Pekerja dan Buruh TKBM Pelabuhan Seluruh Indinesia (ASPBTKBMPSI) itu
PUK Madas Nusantara-FSPTSI-KSPSI merupakan pekerja sektor informal warga Madura, baik pekerja pedagang sate, kopi keliling, pedagang besi tus, barang bekas, rongsokan, pedagang daging, ikan maupun warung Madura. PUK Madas Nusantara menjadi peserta BPU (Bukan Penerima Upah) BPJS Ketenagakerjaan
Karena itu terkait dengan pengemudi, FSPTSI-KSPSI akan membentuk PUK Praka Polri, baik pengemudi mobil online maupun ojek online. Sebab saat ini sesuai hasil ILO (International Labour Organization), Driver dan Ojek Online sudah masuk kategori pekerja, bukan lagi mitra Penyedia Patfom digital.
Kedepan, para pekerja driver dan ojek online akan diwadahi FSPTSI-KSPSI agar dapat diberikan program Bina, Lindung dan Sejahtera. Termasuk menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan. Kemudian diberikan pelatihan kompetensi agar memiliki sertifikat pengemudi.
Saat ditanya wartawan tentang program FSPTSI-KSPSI dalam kima tahun kedepan, menurut Jusuf Rizal, pria penggiat anti korupsi, Relawan Prabowo Subianto, Presiden LSM LIRA (Lumbung Informasi Rakyat) itu ada tiga yaitu:
Pertama konsolidasi organisasi memperkuat Pengurus Daerah (PD), PC (Pengurus Cabang) dan PUK. Sebab saat ini masih ada yang membawa-bawa nama maupun logo FSPTSI secarabtidak sah. Untuk itu akan diproses hukum.
Kedua, Konsolidasi Program. Mendevelop program-program yang dibutuhkan anggota, seperti mengembangkan sistim database organisasi dan keanggotaan. Menyiapkan Ambulance, pelatihan kompetensi, Pelatihan Anti Narkoba dan kepemimpinan.
Ketiga, Konsolidasi Jaringan dakam rangka mengembangkan network kepada jaringan serikat pekerja dan buruh, kepada instansi pemerintah dan swasta maupun pengusaha. Kemudian membangun jaringan ke luar negeri.
(Red)















LEAVE A REPLY